Pernah kah terlintas dalam benak kita bahwa dalam lingkungan pergaulan kita ada orang yang TIDAK MENYUKAI KITA?
Sikap orang yang tidak menyukai kita, memang berbeda-beda.
Sikap pertama secara terang-terangan menunjukkan rasa ketidaksukaannya, dan sikap kedua, hanya memendamnya dalam hati.
Orang yang tidak suka kepada kita dengan Sikap Pertama dapat dengan mudah kita ketahui, dan kita dapat memperbaiki hubungan dengan saling berbicara dari hati ke hati apa yang salah dari diri kita sehingga menyebabkan orang tersebut tidak menyukai kita. ALhasil, kita dapat introspeksi diri dan hubungan dengan orang tersebut menjadi baik. (dengan catetan kita berani bicara langsung yaah (^-^))
Berbeda halnya dengan orang Sikap Kedua. Kita mungkin TIDAK MERASA bahwa orang itu TIDAK MENYUKAI KITA, karena dalam setiap pertemuan dengan orang tersebut dia menunjukan sikap yang biasa-biasa saja. Namun, kita tidak pernah tau isi hati nya kepada kita, itulah yang berbahaya. Kita tidak dapat memperbaiki hubungan dengannya yang semula hanya dengan kepalsuan berubah dengan keaslian sikap dan kita pun tidak bisa introspeksi diri.
Dan bagaimana jika tanpa disengaja kau mengetahui fakta ada orang yang kau anggap biasa-biasa saja terhadapmu alias tidak ada masalah, ternyata dia tidak menyukaimu (sikap kedua)? Fakta yang kau dapat tidak begitu jelas, dan kau hanya menduga dari fakta yang sedikit itu kalau dia tidak menyukaimu. (Hmm, sepertinya masih bingung!!! Kita ambil contoh saja fakta yang terjadi. Misalkan, tanpa sengaja kau menemukan tulisan “aku tidak menyukaimu” di benda atau sesuatu milikmu, dan kau mengenali tulisan tangan itu)
Reaksi seperti apa yang akan kau lakukan?
Jujur, kalau saya dalam posisi itu, saya akan bingung!!! Benar-benar bingung!
Dan muncul pertanyaan apakah memang orang yang dituju itu saya atau orang lain? Karena mungkin saja dia sedang ada masalah dengan orang lain, kemudian dia melampiaskannya dengan menulis, dan kebetulan media yang dia dapat untuk menuangkan perasaannya adalah benda kepunyaan kita. Bisa saja kan?
Apa yang harus kita lakukan? Jika kita bertanya langsung pada orang tersebut (klo berani yah!) dan dia menjawab ngga kok bukan kamu! Kita memang bisa merasa tenang, tapi apakah benar itu jawaban sebenarnya?
Mungkin terlintas dalam benakmu, “Ah km aja yang berburuk sangka!”, bisa saja! Tapi, tidak ada salahnya kan lebih peka terhadap tingkah pola orang terhadap kita agar kita lebih hati-hati dalam bertindak jangan sampai menyebabkan orang tidak menyukai kita!
Atau malah kamu termasuk orang dengan sikap kedua?
Peka terhadap lingkungan, that’s the simpe key. Pengalaman pribadi ya bu? hehe
Pengalaman pribadi??? Nah itu dia, kayanya siiih!!!
bingung euy! Kaget! antara percaya dan tidak! beneran ga sih!
Tapi masih sebatas menduga-duga! ga berani ngomong!
Hmmm…. masih sepi nih blognya, ta’ bantu deh, nanya lagi.. gimana kalo kondisinya agak berbeda sedikit, jadi “Ketika Kau Tau Ada Orang Yang Menyukaimu!” Itu kan tidak kalah pentingnya.
sempet kepikiran sih
tapi ini aga lain dari pada biasanya,
suka apa ter obsesi
sebenernya dah pingin nulis lagi, tapi kecapean euy!
tes, klo menurut egi siii, klo misalnya ada orang di lingkungan kita yg ga suka ama kita itu wajar wajar aja lagi. Rasulullah aja yang begitu mulianya akhlaknya masih ada aja yang ga suka, yang iri, yang dengki, dan ingin mencelakakan beliau, gimana kita coba, manusia biasa yang buanyaaaaaaak buanget kekurangannya. KLo menurut egi nih ya, klo ada orang yg tipe kedua itu yah biarin aja, selama dia ga pernah berbuat yang aneh aneh ama kita, biarin aja, toh dia sendiri yg rugi, karena memendam rasa tidak sukanya ama kita. Nah, klo yg nomer satu itu, yah itu enak, jd kita bisa introspeksi gitu, kesalahan or kejelekan kita itu dimana. Udah ah udah panjang nih
Waaah BENER banget Gi! Ts ga kepikiran k situ!
Thx banget yah comment nya!