Archive for April, 2008

Kalimat Pengusir Maksiat

Ketika berganti pakai dan ketika hendak tidur, katakanlah 3 kali dalam hatimu, tanpa menggerakkan lisanmu!!!

“Allahu ma’i…Allahu naadhiri…Allahu syaahidi”
artinya:“Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku”

Dan ucapkan zikir itu 10 kali setiap malam!

Jika dihayati dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan rasa ma’iyatullah (selalu disertai, dilihat, dan disaksikan oleh Allah Swt, dimana dan kapan saja)

Jika kita merasa Allah selalu menyertai, melihat, dan menyaksikan aktivitas kita, akankah kita tetap berbuat maksiat?

Diambil dari salah satu kisah dalam buku “Ketika Cinta Berbuah Surga ” karya Kang Abik

Mama

Di hari ini, usiamu genap 50! Tak terasa ya ma! Dan tak menyangka kau telah menjalani hidup sudah setengah abad!

Kucoba mangenang masa kecil bersamamu! Walau kenanganku tak setajam ingatanmu!

Aku masih ingat ma! Kau begitu sabar menyuapiku, walau harus setengah berlari untuk mengejarku yang enggan makan!

Aku juga masih ingat, ketika ku sakit! Dirimu terjaga menemaniku hingga fajar, padahal kau begitu lelah setelah seharian bekerja!

Aku pun masih ingat pertanyaan yg kulontarkan kala ku terjaga melihatmu disampingku menatap dengan penuh sayang, “Ma, kok ga tidur?”, dan kau menjawab dengan mata berkaca-kaca, “Ga sayang, gapapa mama cuma takut klo mama tidur, teteh ‘lewat’!, udah teh tidur lagi aja!”. Dulu aku tak mengerti maksud ucapanmu ma!, tapi kini aku mengerti! Begitu besar kekhawatiranmu padaku ma, padahal kan aku cuma sakit asma!

Ma, dulu setiap mau tidur kau selalu membelai rambutku hinggaku terlelap! Tapi, seiring bertambahnya usia, kau tak pernah membelai rambutku lagi! Anakmu ini ingin sekali ma!

Ma, aku iri dengan teman-teman ku yang memajang foto mamanya di kamar kost, menyelipkan foto mama didompetnya. Aku juga ingin ma! Namun, aku tak punya fotomu! Kata orang kita mirip, terlalu mirip malah! Sampai-sampai rasa canggung di depan kamera pun kita sama! Kita juga sama-sama malu melihat foto diri sendiri! Tapi ma, aku selalu menyimpan gambaran dirimu dalam hatiku! Selalu ku bawa kemanapun kaki ku melangkah!

Ma, kala ku jauh darimu ingin rasanya aku berlari kepelukanmu, menangis sejadi-jadinya dalam dekapanmu, mencurahkan semua peluh, resah, dan gelisah di hati! Tapi……, begitu kau berada dihadapanku, aku hanya bisa tersenyum sambil mengucapkan salam seraya mencium tanganmu! Hanya Itu! Aku tak ingin membebani pikiranmu dengan hal-hal sepele yang terjadi dalam hidupku! TAK BISA!!!

Dihari ini, hari ulang tahunmu kita terpisahkan jarak!!!
Ku hanya bisa ngirim ucapan lewat sms!!!
Tak tau mengapa lidahku terasa kaku jika menelponmu!
Anakmu menyayangimu ma! Sangat sayang!!! Walau kau tak mendengarnya langsung dari mulutku, ku yakin mama tau!

Selamat MILAD MA!!!!
Semoga setiap langkahmu ada dalam ridha Nya!
Semoga curahan perhatianmu untuk anak-anakmu mendapat balasan curahan perhatian dari Nya!
Semoga setiap tetes keringat dan air mata mu menjadi bekal kala bertemu dengan Nya!

Amin Ya Rabbal ‘Alamin

Makasih ma krn telah mengandung, melahirkan, dan membesarkanku, hanya
Allah yang bisa membalas semua jasamu
Maaf ma krn aku hanya bisa merepotkanmu, hanya
Allah yang bisa merubah rasa repotmu menjadi kebahagian bagimu

I LOVE YOU MOM!

Supir Bajaj Langka! Baiknya Dirimu!

13 April 2008
Jam 17.55

Dengan tas ransel yang super besar di pundak dan tentengan ditangan, ku melangkah dari Sarinah dengan tergesa mencari bajaj yang akan mengantarku ke kost2an!
Begitu sampai di pangkalan bajaj, salah satu supir bajaj mendekati seraya berkata,
“Bajaj mba?”, ku jawab dengan anggukan kepala ,selanjutnya terjadilah tawar menawaran ongkos:
Thessi : ”Kebon sirih ya bang, 5000!”
Supir bajaj : “Kebon sirih mana mba?”,
Thessi : ”Kebon sirih barat!”,
Supir bajaj : “6000 aja mba, udah murah!”,
Ku tak mau kalah, “5000 aja bang”,
Supir bajaj pun tak mau kalah, “tambahin 1000 aja mba”
Kulirik jam tanganku, “waduh udah jam 6”,
“Iya deh!”, kusudahi tawar menawar ongkos bajaj, dalam hati “kalah nih, tapi gpp lah soalnya kemarin 7000, turun 1000!”

Begitu sampai gang kebon sirih barat, supir bajaj bertanya “masuk mba?”
“Iya bang!” , jawabku.

Tepat di depan kost-kost an supir bajaj mengatarku!
Keserahkan uang 6000 dan berkata, “makasih ya bang!”
“Ini mba”, supir bajaj mengembalikan uang 1000, “5000 aja”, lanjutnya.
“hah?!!”, “wah makasih ya bang!”
“Sama-sama!”, supir bajaj mengakhiri percakapan sekaligus salam perpisahan!

=>’Abang supir bajaj sungguh mulianya hatimu, sebenarnya apa yang menyebabkan dirimu berubah pikiran?’, ‘Apapun jawabannya, semoga uang 1000 yang kau kembalikan padaku menjadi 1000 kali lipat pahala yang kau peroleh!’ Amin ya Allah ya Rabbal’alamin!’

Ya Rabb! Ingat kah Kau dengan salah satu Permintaanku?

Ujilah aku agar ku tau seberapa besar imanku!
Ujilah aku agar ku dapat selalu menangis kala bersujud di hadapan Mu!

Tapi jangan Kau uji aku dengan sesuatu yang menyangkut perasaan!
Aku takut tak dapat menjaga hati!
Aku takut Kau marah karena aku lebih mengingatnya daripada mengingat Mu!

Dan sekarang Kau uji Aku dengan sesuatu yg Aku Hindari!
Sesuatu yg telah sekian lama ku kuburkan dan tak ingin ku bangkitkan lagi!

Kala “rasa” itu hadir, aku selalu berpaling!
Ku sibukkan diriku dengan hal lain untuk melupakan “rasa” itu!
Ku hindari semua hal yg dapat mendekatkanku dengannya!
Bahkan ku jauhi dia!
Dan itu berhasil!!! Aku dapat menetralkan perasaanku!
Tapi itu………DULU!

Mengapa sekarang Tak Bisa!
Hatiku sakit kala ku coba menjauhinya!
Batinku menjerit kala ku coba melupakanya!

Ya Rabb! Mengapa ini bisa terjadi? Apa yang terjadi dengan ku?

Bimbing hamba ya Rabb!
Jangan Kau biarkan hamba tersesat dengan pertanyaan ini!
Jangan Kau biarkan hamba salah melangkah menapaki kehidupan yg akan datang!

Aku Malu

Aku malu pada Mu….

Karena ku selalu meminta
karena ku hanya bisa meminta
karena ku selalu menuntut hak ku
karena…..aku kurang bersyukur
karena…..aku selalu berbuat salah pada Mu
karena…..aku terkadang lupa pada Mu
karena…..aku selalu mempercepat pertemuan Kita
karena…..aku terkadang datang terlambat
karena…..aku lebih mementingkan dunia

Ya Rabb, hamba benar – benar MALU!!!!
Kala ku meminta Kau Penuhi….
Kala ku sebut Nama Mu, Kau datang
Kala ku dalam kesulitan, Kau bantu Hamba melapangkan dada dan peringan rasa sulit itu……

Hamba MALU YA RABB….

Maaf kan Hamba yang HINA ini…..

Burung….Burung….! Tak Sopannya Dirimu Padaku!

Ini sih iseng aja pingin cerita, soalnya menurutku ini kejadian langka, ga setiap orang bisa mengalaminya, tapi klo denger sih mungkin sering yah!

Dari judulnya aja bisa ketebak, tak sopannya si burung padaku!

Yup! Jawabannya emang “pup”!

Kurang aja tuh burung lagi enak-enak jalan pulang ngantor, eeeh “pluk” ada yang jatuh dari atas! Untung Jatuhnya di tangan jadi diriku tau itu apa! (biasa orang Indonesia kan ga pernah ngerasa rugi, walaupun udah siAL pasti ada untungnya ^-^)

Coba klo jatuhnya di kepala, waaah bisa belepotan ke mana-mana! Udah kena jilbab kena tangan pula! Wah-wah!

Dasar lagi ga konsen mikirnya lama…., ini apaan yah yang jatuh! Bentuknya putih, aga kentel, yaaah kaya odol (taukan odol? Ok lah pasta gigi), panjangnya kira2 1 cm, tebelnya se pensil!

Diriku mikir kira-kira hampir 3 detikan (klo ga salah inget yah!), 3 detik lumayan lamakan buat tau klo itu “pup”nya burung!

Dasaaar! Pas sadar itu “pup” langsung liat k atas, eh si burung udah pergi, so ga tau deh tuh burung, burung apaan! Diriku hanya bisa berkata dalam hati “Ga Sopan!”, sambil senyum-senyum sendiri!

Tindakan PertamaKu adalah cari Daun! Ku sapu deh tuh “pup” pake daun, Beres!!!

Untung hatiku sedang bahagia karena habis Gajian, tanggal 1 Gitu Loh! Klo ngga…

Ga mungkin senyum dong!
Itulah enaknya jadi binatang ga usah mikir cari toilet klo lagi kebelet, dengan enaknya langsung aja “pluk” tanpa harus tau kemana “pup” nya bermuara!!!

Yang diriku sesalkan, ga sempet ketemu ma si burung! Coba klo liat….!

PASTI……………………………..Cuma bisa liat! Ga bisa ngapa-ngapain (^_^)!

“Burung….burung dirimu itu tak tau sopan santun, ga ada sekolah burung siiih!”